Saturday, November 23, 2013

Museum anak Kolong tangga (wikipedia)

Museum Anak Kolong Tangga merupakan museum yang terletak di gedung Taman Budaya Yogyakarta lantai 2, tepatnya di jalan Sriwedari no. 1 , Yogyakarta. Museum ini masih satu kompleks dengan Taman Pintar Yogyakarta dan shopping center [1].
Museum Anak Kolong Tangga adalah museum mainan anak pertama di Indonesia. Museum ini didirikan oleh Rudi Corens, seniman berkebangsaan Belgia, di bantu oleh teman-temannya antara lain Diyan Anggraeni(Dinas Kebudayaan) dan Anggi Minarni(Karta Pustaka). Dibuka untuk umum pada tanggal 2 Pebruari 2008. Museum ini didirikan berawal dari satu kekhawatiran Rudi Corens terhadap anak-anak dan remaja yang cenderung melupakan budaya dan tradisi mereka sendiri di era globalisasi ini. Anak-anak sekarang lebih memilih untuk menghabiskan waktu untuk menonton televisi atau bermain gadget elektronik.
Museum Anak Kolong Tangga ingin mengangkat dan memperkenalkan fungsi dari mainan dan permainan tradisional sebagai bagian dari kehidupan anak sehari-hari. Kami percaya pada nilai-nilai sosial dan lingkungan dalam mainan dan permainan tradisional, dari mulai penggunaan bahan, proses pembuatan hingga bagaimana cara memainkan mainan tersebut. Berangkat dari hal penting tersebut, kami mencoba untuk menarik minat dan kecintaan cinta anak-anak, remaja, dan orang dewasa untuk terhadap mainan dan permainan tradisional.
Museum Anak Kolong Tangga ini dirancang untuk menjadi area publik, ruang tamu umum yang tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan dan menampilkan benda-benda antik semata, tetapi juga sebagai media pembelajaran bagi anak-anak agar lebih mengerti tentang budaya Indonesia sendiri. Diharapkan juga akan sumber inspirasi bagi kreativitas anak-anak dengan melakukan kegiatan seperti workshop kreatifitas, konser musik, dan pameran tahunan sehingga anak-anak bisa merasa dekat dengan museum mereka.
Koleksi Museum Anak Kolong tidak semata tentang mainan dan permainan tradisional, tetapi juga segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia anak. Saat ini Museum Anak Kolong Tangga memiliki hampir 9.000 koleksi, terdiri dari mainan, permainan, buku cerita, poster, gambar, dan lain-lain dari Indonesia dan dunia. Karena keterbatasan ruang, kami hanya bisa menampilkan 300-500 saja dan sisanya disimpan di gudang sekretariat kami.
Hampir 80% dari koleksi museum, merupakan sumbangkan Pak Rudi Corens untuk Yayasan Dunia Damai. Sisanya, berupa sumbangan dari para donatur dan sponsor untuk memperkaya koleksi kami. Selain itu kami juga melakukan pertukaran koleksi dengan museum anak-anak lain, salah satunya Hungaria.
Museum Anak Kolong Tangga buka dari Selasa-Jumat dan pada 09.00-16.00. Pada hari Senin, museum ditutup untuk perawatan.
Koleksi mainan di museum anak kolong tangga ini bukan mainan modern hasil pabrikan, tetapi mainan anak tradisional asli buatan tangan yang mengandung usur budaya, tradisi, dan mitos pada jamannya, seperti kuda- kudaan kayu, mainan motor dari kayu, miniatur rumah- rumahan mainan, gasing dari dalam dan luar negeri, mainan yang terbuat dari kertas dan masih banyak yang lainnya, yang pastinya bisa membuat anak anda senang dan mendapatkan banyak pelajaran. Sedangkan untuk koleksi dari lima benua terdiri dari berbagai poster, komik dan berbagai macam foto tentang dunia anak [2].

Friday, November 22, 2013

Museum Kraton

Museum Kraton
Alamat : Kraton Yogyakarta, Kota Yogyakarta

Deskripsi :
Kraton Yogyakarta memiliki beberapa museum yang dikenal sebagai Museum Kraton Jogja. Terletak di dalam kompleks Kraton, digunakan sebagai tempat untuk menyimpan beberapa benda yang pernah digunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono. Pada sisi barat Kraton, di jalan Rotowijayan, ada Royal Carriage Museum yang dibangun di atas tanah 14.000 m2, dengan arsitektur Jawa.

sumber.http://visitingjogja.com

Museum Geospasial Gumuk Pasir

Museum Geospasial Gumuk Pasir
Alamat : Depok, Parangtritis

Deskripsi :
Museum Geospasial ini merupakan aset dunia karena wisatawan yang datang ke sini akan menemukan fenomena alam langka, salah satunya Gumuk Pasir Barchas yang hanya ada di Indonesia (Pantai Depok) dan Mexico. Museum Geospasial ini berdiri atas kerjasama dan dukungan internasional khususnya perjanjian Rio de Jainero tentang perbaikan iklim dan lingkungan pesisir pantai.
Museum Geospasial ini berbentuk kerucut dan terbagi dalam beberapa bagian. Antara lain ruang pamer, ruang mini teater pusat teropong udara. Menyaksikan pemandangan pantai selatan dari tempat ini akan menemukan sesuatu yang indah dan sangat langka
Tempat ini berada tidak jauh dari Pantai Depok Parangtritis. Dari Jogjakarta sekitar 25 kilometer. Bisa ditempuh dengan roda empat maupun dua.

sumber. http://visitingjogja.com

Museum Gunung Merapi

Museum Gunung Merapi (MGM)
Alamat : Hargobinangun, Sleman, Jogjakarta

Deskripsi :
Museum Gunung Merapi ini dibangun atas kerjasama Kementrian Energi Sumberdaya Alam dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Museum seluas 3000 m2 lebih ini banyak memberikan informasi peristiwa Vulkanologi Kegunungapian khususnya Gunung Merapi di Jogjakarta yang tergolong masih aktip.
Bagi wisatawan datang ke MGM akan menambah wawasan dan pengetahuan sekaligus bahan untuk penelitian , riset dan kajian ilmiah tentang kegunung apian. Saat ini MGM sudah dibuka untuk masyarakat umum setiap hari.
Yang paling penting, wisatawan yang datang bisa mendapatkan informasi bagaimana proses Gunung Merapi selama ini saat bergolak akan meletus dan bahaya yang ditumbulkan. Semua ini hanya ada di MGM.

Museum Purbakala Taman Wisata Prambanan

Museum Purbakala Taman Wisata Prambanan
Alamat : Jl Raya Yogya – Solo Km 16, Prambanan, Sleman, Yogyakarta

Deskripsi :
Keberadaan Museum Purbakala Taman Wisata Prambanan ini tak lepas dengan Candi Prambanan sendiri, karena letaknya yang masih satu komplek dengan Candi Prambanan. Koleksi museum ini terdiri dari temuan Situs Wanabaya dan Prambanan serta candi disekitarnya.
Koleksi museum ini berupa :
• Benda perhiasan emas dari berbagai bentuk,
• Artefak
• Arca
• Fragmen gerabah
• Foto-foto tentang pemugaran candi prambanan.
FASILITAS
1. Museum Purbakala Taman Wisata Prambanan buka hari Selasa – Minggu
jam 08.00 s/d 16.00
2. Tidak dipungut biaya masuk (sudah termasuk tiket masuk ke Candi
Prambanan)
3. Toilet (kondisi sedang)
4. Pusat Informasi (kondisi sedang)
5. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
6. Ruang pamer koleksi:
7. Parkir : Kondisi baik
8. Keamanan (kondusif)














sumber. http://visitingjogja.com

Museum Ronggo Warsito

Museum yang terletak di Jl. Abdulrachman Saleh ini merupakan museum terlengkap di Semarang yang memiliki koleksi mengenai sejarah, alam, arkeologi, kebudayaan, era pembangunan dan wawasan nusantara. Museum ini menempati luas tanah 1,8 ha. Nama museum diambil dari nama salah satu pujangga Indonesia yang terkenal dengan hasil karyanya dalam bidang filsafat dan kebudayaan.

Pujangga tersebut hidup pada masa kesultanan Kasunanan Solo, sekitar abad ke-19. Salah satu hasil karyanya yang terkenal adalah 'Serat Kalatidha', yang di dalamnya terdapat beberapa ramalan tentang kehidupan masyarakat, yang ternyata beberapa ramalannya terjadi sekarang ini. Museum ini dibuka setiap hari pada pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB kecuali hari Senin.

sumber.http://central-java-tourism.com

Monday, November 18, 2013

Museum Paleoantropologi


Alamat : Kompleks Universitas Gadjah Mada

Deskripsi :
Museum ini merupakan bagian dari Laboratorium Bioantropologi dan Paleoantropologi dibawah Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. Museum ini berlokasi di jalan Medika, Sekip, Yogyakarta tepatnya di seberang jalan barat gedung Grha Sabha Pramana UGM. Museum dari Laboratorium Paleoantropologi ini pada dasarnya ingin membantu para pengunjung untuk mengenal diri sendiri lebih jauh dan lebih dalam, siapa saya? Apa? Mengapa? Bagaimana? Dan Kapan saya hadir di bumi sebagai apa? Dan sebagainya. Untuk mengenal hal tersebut tentu saja dengan dasar-dasar pengetahuan, tidak mungkin kita mempelajari dan mengenal diri kita tanpa mengenali segala sesuatu yang berada di sekeliling kita. Selama ini kita selalu menyatakan diri sebagai makhluk yang bernama manusia dan senantiasa menganggap diri sebagai satu-satunya makhluk yang terunggul di bumi. Namun kita sering lupa bahwa tanpa sesuatu yang berada di sekeliling kita tidak mungkin kita tetap ada, karena itu dalam museum ini disajikan keterkaitan tiga faktor utama yang ada di bumi yaitu lingkungan (alam, fauna, flora), budaya dan manusia yang saling terkait dan tidak mungkin dipisahkan.
Museum ini menyajikan materi pameran antara lain:
• Sejarah Hayat
• Pohon Hayat
• Beda ciri manusia dan kera
• Filogeni hewan
• Filogeni manusia
• Ontogeni
• Paleoanthropologi indonesia
• Paleoanthropologi dunia
• Evolusi alat-alat budaya
• Situs rasejarah di indonesia
• Situs prasejarah dunia
• Fosil-fosil hewan purba
• Fosil-fosil manusia purba

FASILITAS
1. Toilet (kondisi sedang)
2. Pusat Informasi (kondisi sedang)
3. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
4. Ruang pamer koleksi:
5. Parkir : Kondisi baik
6. Keamanan (kondusif)

sumber. http://visitingjogja.com

Museum wayang

Museum Wayang
Alamat : JL. Raya Yogya – Wonosari Km.7 No. 277

Deskripsi :
Inspirasi pendirian Museum Kekayon didapatkan oleh pendiri museum, Prof.DR.Dr.KRT Soejono Prawirohadikusumo, DAS. DAJ., di Rijksmuseum Amsterdam pada tahun 1966 – 1967 (ketika itu beliau sedang menyelesaikan pendidikan S2 Social Psychiatrie di Groningen Nederland. Waktu itu beliau mendapat dorongan yang sangat besar karena pernyataan salah seorang Direktur museum di Amsterdam, bahwa di Yogyakarta tidak ada Museum Wayang. Beliau juga mendapatkan pengetahuan bahwa mendirikan museum pribadi bukan persoalan kaya atau berduit, tapi persoalan motivasi, ketekunan dan kesabaran.

Contoh yang konkret adalah keberhasilan ‘Een gewone Hollandsche ambtenaar’ di Purworejo yang dengan ketekunan luar biasa, bisa mempunyai koleksi yang sangat besar dan berharga (yang pada akhirnya dihadiahkan kepada Museum Nasional Indonesia di Jakarta), setelah puluhan tahun mengumpulkan koleksi tersebut dari sisa salari-nya (dia bukan seorang milyuner). Yang membuat dia berhasil adalah ketekunan, kesabaran, motivasi dan panjangnya tahun (selama ini bagi dia, tidak ada hari tanpa menambah koleksi).
Sama halnya dengan Museum Wayang di Jakarta, museum ini mempunyai beberapa jenis wayang, seperti:
• Wayang Purwa
• Wayang Madya (Menceritakan Era Pasca Perang Baratayuda)
• Wayang Thengul
• Wayang Klithik (Mengisahkan Damarwulan dan Minakjinggo)
• Wayang Beber
• Wayang Gedhog (Cerita Dewi Candrakirana)
• Wayang Suluh (Mengenai Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia)
• Dan lain-lain.
Berkaitan dengan wayang Purwa, museum ini memiliki beberapa poster yang menggambarkan strategi perang yang dipakai dalam perang Bharatayuda antara keluarga Pandawa dan Kurawa, yaitu: strategi Sapit Urang dan strategi Gajah.

Museum yang didirikan pada tahun 1990 ini selain memiliki koleksi berbagai wayang dan topeng serta menampilkan sejarah wayang yang diperkenalkan mulai dari abad ke-6 sampai abad ke-20. Wayang-wayang di dalam museum ini terbuat baik dari kulit, kayu, kain, maupun kertas.

FASILITAS
1. Loket Tiket Masuk:
Selasa – Minggu, jam 08.00 – 15.00 WIB, dengan tiket masuk sebesar
Rp. 5.000,- (wisman/turis); Rp. 3.000,- (umum) dan Rp. 2.000,-
(mahasiswa/pelajar/anak). Untuk rombongan dalam jumlah besar bisa
mendapatkan potongan harga hingga 20%.
2. Toilet (kondisi sedang)
3. Pusat Informasi (kondisi sedang)
4. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
5. Ruang pamer koleksi
6. Parkir : Kondisi baik
7. Keamanan (kondusif)


Roemah Boedaya Tembi

Museum Roemah Boedaya Tembi
Alamat : Jl. Prangtritis Km 8,4 Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, DIY

Deskripsi :
Keberadaaan museum ini tak bisa dipisahkan dengan Roemah Boedaya TeMBI sebagai laboratorium seni dan budaya yang bertujuan untuk mendinamisasikan kehidupan seni dan budaya di Yogyakarta; mendokumentasikan seni pertunjukan tradisional dan modern; pembuatan film dokumenter, pamutaran dan atau publikasi; pengembangan wacana di tengah multikultural; penelusuran dan penyimpanan data kebudayaan.

Koleksi Di Museum Roemah Boedaya TeMBI yang dapat kita temui diantaranya :
• Foto (yang disertai dengan tulisan keterangan untuk
masing-masing gambar)
• Aneka sesajen pada upacara adat/ tradisional jawa,
ada sajen brokohan, sajen pasang tarub. Lukisan-lukisan
pada tembok museum, ada juga wejangan atau nasihat.
• Aneka topeng wayang, beberapa tokoh wayang kulit
dan wayang golek.
• Peralatan memasak tradisional jawa (anglo,
kipas, kukusan), peralatan makan, peralatan meramu jamu.
• Perkakas pertukangan (pacul /cangkul, arit),
peralatan menangkap ikan tradisional jawa (jaring, bubu)
• Peralatan untuk membatik (canting, kain, cap batik,
kompor kecil dan wajan kecil berisi lilin malam).
• Pakaian tradisional jawa,
• Alat musik tradisional (rebab),
• Aneka jenis celengan.
• Aneka jenis mainan tradisional jawa (egrang,
dakon, bekel, kuda lumping, yoyo, othok-othok)
• Berbagai jenis senjata tradisional/pusaka jawa
(berbagai jenis keris, tombak).
• Koleksi kitab/buku/majalah dengan tulisan huruf jawa.
• Ruang tidur (senthong) yang didesain khas jawa
(lengkap dengan perlengkapannya). Tidak melulu
berbau jawa, di sini juga terdapat koleksi motor
kuno dan organ (alat musik).
FASILITAS
• Tembi buka :
Senin - Jum'at buka dari jam 09.00 - 16.00 WIB
Sabtu - Minggu buka dari jam 09.00 - 15.00 WIB
• Galeri atau Balai Roepa (Satu dan Dua) dan Roemah
Dokumentasi Seni Roepa serta Roemah Dokumentasi
Boedaya.
• Ketersediaan listrik, air dan line telepon
serta Penginapan/ Akomodasi
• Toilet (kondisi baik)
• Mushola
• Perpustakaan
• Tempat parkir
• Galeri
• Warung koperasi dan
• Pendopo beserta seperangkat gamelan.












Museum Anak Kolong Tangga

Museum Anak Kolong Tangga
Alamat : Gedung Taman Budaya Lt.2 Jl. Sriwedari no.1 Yogyakarta

Deskripsi :
Museum Anak Kolong Tangga resmi dibuka pada tanggal 02 Februari 2008. Museum ini berdiri, didasari atas keprihatinan Mr. Rudi Corens bahwa, banyak anak-anak dan remaja jaman sekarang cenderung melupakan tradisi dan budaya bangsa sendiri, salah satunya adalah mainan dan permainan, banyak anak-anak dan remaja jaman sekarang tidak mengenal dan bahkan tidak tahu sama sekali. Padahal mainan dan permainan tempo dulu sangat jelas sekali sarat muatan pesan moral yang dapat dijadikan panutan dalam hidup dan bermasyarakat. Mainan anak tempo dulu juga merupakan media yang tepat untuk belajar, baik materi, proses dan bahkan fungsi dari mainan itu sendiri.

Rudy Corens yang bekerjasama dengan Yayasan Dunia Damai dibawah pimpinan Poppy Dharsono inilah yang memiliki inisiatif pertama untuk membangun dan menciptakan museum ini. Rudy seorang warga Belgia yang sudah tinggal di Yogyakarta selama kurang lebih 25 tahun, tampaknya ingin memberikan sebuah ruang publik bagi anak-anak Yogyakarta untuk berbagi kisah dan belajar lebih dalam tentang beraneka jenis permainan dari seluruh Indonesia.
Lebih dari 400 ragam koleksi permainan anak yang dipamerkan di museum itu adalah koleksi pribadi Rudy semenjak ia kecil dahulu. Koleksi paling tua adalah sebuah mainan berasal dari tahun 1850 yang diberikan oleh kakek Rudy. Sebenarnya ada 600 macam koleksi permainan anak miliknya yang siap untuk dipamerkan, tetapi karena ruang yang terbatas membuat hanya setengah koleksi permainan yang dapat dipamerkan.

Visi dan Misi Museum Anak Kolong Tangga Ingin mengumpulkan objek-objek yang ada kaitannya dengan mainan tradisional tempo dulu baik di Indonesia dan jika memungkinkan di luar negeri. Melestarikan objek-objek kerajinan rakyat yang masih tersisa yang berhubungan dengan mainan tradisional, untuk menjaga tradisi ini tetap hidup dengan tujuan membangkitkan dan menambah ketertarikan generasi muda pada seni kerajinan tradisional dengan menggunakan bahan dasar alam dan lingkungan sekitar. Sehingga membantu anak dan remaja untuk menemukan lingkungan alam dan lingkungan sosial mereka serta memperkenalkan anak pada budaya bangsa sendiri sejak dini.

Museum Anak Kolong Tangga kedepan, diharapkan akan menjadi Museum yang hidup, yang yang tidak hanya memajang benda-benda kuno dan tradisional semata, tetapi lebih dari itu, diharapkan akan menjadi sumber inspirasi bagi kreatifitas anak-anak Yogyakarta.

FASILITAS
1.Loket Tiket Masuk
• Harga tiket masuk Sukarela
2.Toilet (kondisi sedang)
• Jumlah toilet pria 8 buah
• Jumlah toilet wanita 5 buah
3.Pusat Informasi (kondisi sedang)
Waktu layanan:
• Hari buka setiap hari, mulai
dari pukul 08.30 – 14.00 WIB
(kecuali hari Jum’at sampai
jam 12.00 WIB)
5.Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
• Untuk listrik tersedia 30.000 KVA,
untuk air ada dari sumur, PDAM dan
hydrant, dan untuk line telepon
ada satu extention.
6.Parkir
• Kondisi baik
• Kapasitas (mobil ± 25 buah,
motor ± 100 buah, bus ± 5 buah)
7.Keamanan (kondusif)













sumber. http://visitingjogja.com

Museum Panglima Besar Jendral Sudirma

Museum Panglima Besar Jenderal Soedirman
Alamat : Jl. Bintaran Wetan No.3 Yogyakarta

Deskripsi :
Museum yang diresmikan 30 Agustus 1982, yang pada tahun 1968-1982 masih bernama museum TNI AD. Luas lahan museum ini adalah 3542 M2 dan luas bangunan 1118 M2. Museum ini memiliki kelebihan dari museum yang lain karena mempunyai koleksi asli pakaian dan peralatan yang dipakai Panglima Besar Jendral Soedirman yang berupa Jubah, ikat kepala, tongkat dan tandu.
Koleksi yang ada di museum Pangsar Jendral soedirman adalah;
• Kain (jubah, kelambu, sprei, taplak meja, kertas
(dokumen atau tanda jasa) milik keluarga Jendral Soedirman).
• Kayu (meja kursi tamu, meja kerja).
• Besi (pesawat telepon, radio, mesin jahit).
• Pecah belah (piring, gelas, padasan (peralatan rumah tangga sehari-hari).
• Kendaraan (mobil merk Chevrolet Steel Master buatan USA, Dokar).
• Lukisan-lukisan.
• Rute napak tilas.

FASILITAS
1. Loket Tiket Masuk (kondisi sedang)
• Harga tiket masuk sukarela
2. Toilet (kondisi sedang)
• Jumlah toilet 3 buah
3. Pusat Informasi (kondisi sedang)
• Waktu layanan:
• Hari buka setiap hari Senin sampai dengan
Jum’at mulai dari pukul 08.00 – 14.00 WIB.
(kecuali hari libur nasional)
4. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
• Untuk listrik tersedia 41300 Watt, untuk
pemakaian air hanya dari sumur, dan untuk
line telepon ada satu extention.
5. Ruang pamer koleksi:
• Ruang I (halaman Depan)
• Ruang II (ruang pengantar)
• Ruang I (ruang tamu)
• Ruang II (ruang santai)
• Ruang III (ruang kerja Pangsar
Jendral Soedirman)
• Ruang IV (ruang tidur tamu)
• Ruang V (ruang tidur Pangsar
Jendral Soedirman)
• Ruang VI (ruang tidur putra-putri
Pangsar Jendral Soedirman)
• Ruang VII (ruang sekretariat)
• Ruang VIII Palagan Ambarawa
• Ruang IX (ruang rumah sakit Panti Rapih)
• Ruang X (ruang kendaraan)
• Ruang XI (ruang Gunung Kidul dan Sobo)
• Ruang XII (ruang diorama)
• Ruang XIII (ruang koleksi pribadi)
• Ruang XIV (ruang dokumentasi pribadi)
6. Parkir
• Kondisi baik
• Kapasitas (mobil ± 50 buah,
motor ± 500 buah, bus ± 10 buah)
7. Keamanan (kondusif)












Museum Sandi

Deskripsi :
Prakarsa pembangunan Museum Sandi berawal dari gagasan Bapak Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berkeinginan untuk menempatkan koleksi persandian di Museum Perjuangan Yogyakarta. Keinginan tersebut disampaikan pada saat beliau menerima kunjungan Widyakarya Mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) pada bulan Maret 2006 lalu. Oleh kepala Lembaga Sandi Negara. Mayjen TNI Nachrowi Ramli gagasan tersebut disambut baik dan segera ditindaklanjuti dengan membentuk sebuah tim yang disebut Tim Museum Sandi.
Tim Museum Sandi mulai melaksanakan tugasnya yang sejak pertengahan tahun 2006. beriringan dengan rencana pembangunan Monumen Sandi di Dukuh Kulonprogo Yogyakarta. Akan tetapi, kegiatan pembangunan Museum Sandi sempat mengalami kendala yang disebabkan oleh musibah gempa bumi yang melanda Propinsi DIYpada bulan Mei 2007.
Gempa tersebut telah mengakibatkan kerusakan fisik yang cukup berat pada Museum Perjuangan Yogyakarta. Akhirnya berkat komitmen dan dukungan dari berbagai pihak. Museum perjuangan dapat direnovasi kembali. Puncaknya pada tanggal 29 Juli 2008, Museum Sandi diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Gubernur DIY, dan kepala Lembaga Sandi Negara.
Museum Sandi merupakan museum yang khusus menampilkan berbagai jenis koleksi mengenai sejarah persandian. Posisinya terletak di lantai dasar Museum perjuangan Yogyakarta. Adapun tata ruang Museum Sandi berbentuk lingkaran, dengan diameter berukuran 30 m dan tinggi 17 m.
FASILITAS
1. Loket Tiket Masuk (kondisi sedang)
• Harga tiket masuk :
• Anak-anak Rp. 500,-
• Dewasa Rp. 750,-
• Wisatawan asing Rp. 750,-
• Rombongan lebih dari 30 orang,
Rp. 500,- per orang. (diskon untuk
rombongan Rp. 250,-
2. Toilet (kondisi sedang)
• Jumlah toilet pria 8 buah
• Jumlah toilet wanita 8 buah
3.Pusat Informasi (kondisi sedang)
• Waktu layanan:
• Hari buka setiap hari Senin sampai
dengan Kamis mulai dari pukul
08.30 – 15.00 WIB, Jum’at Pukul
08.30 – 11.30 WIB (Sabtu, Minggu
dan hari besar libur).
4. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
• Untuk listrik tersedia 20.000 Watt,
untuk air hanya dari sumur, dan
untuk line telepon ada tiga belas
extention.
5. Ruang pamer koleksi :
• Display Panel : penjelasan sejarah
perkembangan ilmu persandian, sejarah
persandian Indonesia dan dunia.
• Koleksi Realia ; meja dan kursi dukuh,
mesin atau peralatan sandi dan task ode.
• Koleksi Replika ; sepeda, patung tattoo
dan berbagai alat peragaan sandi.
• Dokumen ; buku kode dan naskah
keputusan presiden.
• Gambar-gambar ; foto pendiri persandian,
foto mantan kepala lembaga sandi Negara,
lukisan peta gerilya petugas sandi pada
masa agresi militer Belanda II, lukisan
dan penegakkan persandian (1946 – 1949).
Dan peta jaringan komunikasi berita pada
masa perang kemerdekaan II.
• Teknologi Multimedia ; media informasi
berbentuk LCD, dan sarana permainan
persandian (cryptogames).
6. Parkir
• Kondisi baik
• Kapasitas (mobil ± 20 buah,
motor ± 100 buah, bus ± 10 buah)
7.Keamanan (kondusif)


Museum Puro Pakualaman

Alamat : Jl. Sultan Agung Yogyakarta

Deskripsi :
Museum yang memiliki luas bangunan 816 m2 dari keseluruhan Puro Pakualaman. Museum ini merupakan museum pribadi milik Puro Pakualaman. Atas persetujuan Sri Paku Alam ke VIII, museum yang ada di bawah naungan Bebadan Museum Puro Paku Alaman ini, pada tahun 1981 mulai berbenah diri. Pemerintah melalui Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Daerah istimewa Yogyakarta juga memberikan bantuan tenaga konsultan dengan maksud agar museum dapat melaksanakan Inventarisasi dan Katalogisasi benda-benda budaya milik istana Puro Paku Alam yang telah terkumpul di museum tersebut. Museum Puro Paku Alam merupakan museum bercorak khusus yang hanya menggambarkan budaya dan sistem pemerintahan Praja Paku Alaman.
Museum Puro Paku Alaman menempati tiga ruangan di dalam kompleks Puro Paku Alaman di bagian sayap muka sebelah timur. Untuk menuju museum melewati pintu gerbang yang disebut Regol Wiwara Kusuma. Pada bagian atasnya berhiaskan lambang mahkota Praja Paku Alaman, lunglungan tanaman dan angka tahun pembuatannya tanggal 7 Agustus 1884 pada pemerintahan Sri Paku Alam ke V. Di bawah tanggal terdapat tulisan huruf jawa : Wiwara Kusuma Winayang Reka, sebuah semboyan yang berarti Pengayom Keadilan dan Kebijaksanaan.
Koleksi museum Puro Paku Alaman terdiri dari benda-benda bersejarah berupa peralatan perang, peralatan upacara, peralatan masak, kereta-kereta yang pernah digunakan oleh penguasa Puro Paku Alaman, dan naskah-naskah kuno yang ditata di dalam 3 (tiga) ruang pameran tetap.
FASILITAS
1. Loket Tiket Masuk (kondisi sedang)
• Harga tiket masuk sukarela
2. Toilet (kondisi sedang)
• Jumlah toilet 1 buah
3. Pusat Informasi (kondisi sedang)
• Waktu layanan:
• Hari buka setiap hari Minggu, Selasa dan
Kamis mulai dari pukul 09.30 – 13.30 WIB.
4. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
• Untuk listrik tersedia 41300 Watt, untuk
pemakaian air dari sumur dan PDAM, dan
untuk line telepon ada satu extention.
5. Ruang pamer koleksi:
• Ruang pamer 1 menyimpan koleksi foto
dokumentasi, pohon silsilah Nabi Adam
dan keturunannya, denah Puro
Pakualaman
• Ruang pamer 2 menyimpan koleksi senjata,
peralatan dan perlengkapan yang
digunakan semasa kejayaan Puro
Pakualaman, kostum tari, pakaian
prajurit, pakaian permaisuri, pakaian
kusir kereta dan peralatan dapur.
• Ruang pamer 3 menyimpan kereta istana.
6. Parkir
• Kondisi baik
• Kapasitas (mobil ± 50 buah,
motor ± 500 buah, bus ± 10 buah)
7. Keamanan (kondusif)

Jeron Beteng

Jeron Beteng Heritage Trail
Alamat : Dalem Kaneman, Kraton Yogyakarta

Deskripsi :
Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Wisata sebenarnya masih banyak menyimpan berbagai pesona yang belum seluruhnya tergali. Di antaranya adalah wilayah Jeron Beteng (wilayah di dalam kungkungan benteng Kraton Yogya). Selama ini yang dikenal sebagai aset wisata wilayah Jeron Beteng adalah komplek Istana Kraton Yogyakarta, Tamansari, dan Museum Sonobudaya dan Museum Kereta. Padahal di Jeron Beteng itu banyak tempat-tempat bersejarah dan situs budaya yang jelas memiliki pesona yang menarik.

Untuk menyusuri tempat-tempat bersejarah dan situs budaya di kawasan Jeron Beteng, wisatawan dapat mengunakan andong ataupun becak. Wisatawan diberikan peta. Pada peta panduan, wisatawan bisa mendapatkan penjelasan yang lengkap. Sebagai contoh pada halaman pertama dijelaskan soal apa itu Jeron Beteng (Dalam Benteng), yaitu merupakan kawasan bagian dalam benteng yang mengelilingi Keraton Yogyakarta. Benteng tersebut disebut Benteng Baluwerti, berasal dari kata ba artinya jatuh, lu dari punglu atau mimis atau timah panas anak peluru, wreti artinya hujan, jadi secara keseluruhan mempunyai makna jatuhnya peluru seperti hujan. Oleh karena itu dari pengertian itu maka makna pendirian benteng adalah untuk mengantisipasi serangan musuh dari luar benteng.

Beteng Baluwerti antara lain terdiri empat buah pojok beteng dan lima buah plengkung sebagai pintu masuk ke dalam wilayah Jeron Beteng, Alun-alun Utara dan Selatan serta Regol Pangurakan. Sementara itu pusaka budaya yang ada di Jeron Beteng adalah beberapa masjid, beberapa dalem (rumah bangsawan), berbagai rumah tradisional, museum kereta, Museum Sonobudoyo, Museum Gamelan, Pasar Ngasem, kandang gajah dan bengkel wayang.

Setelah selesai mengeilingi kawasan Jeron Beteng, wisatawan dapat menikmati makanan khas daerah Yogya seperti clorot, apem, semar mendem, hawuk-hawuk, lemper, gebleg dari Kulonprogo, yangko dari Kotagede. Makanan tradisional itu umumnya terbuat dari ketela, ketan dan buah-buahan.

Fasilitas :

1. Harga Paket
Harga paket yang ditawarkan pengelola cukup fleksibel.

2. Pusat Informasi
• Kondisi baik
• Kontak Person Dr. Ir. Laretna T Adishakti (Bu Sita)
3. Home Stay
Wisatawan dapat menginap di hotel-hotel yang berada di kawasan Keraton Yogyakarta

4. Keamanan (kondusif)

Aktifitas :

1. Wisata belanja
2. Wisata kuliner
3. Membatik
4. Macapat













Popular Posts